Tag Archives: tips mengatasi resah

Tips Jualan ala Online Shop

Standar

Screenshot_2018-01-27-01-16-49-495_com.android.chrome

Berhubung banyak bgt temen yg punya olshop sharing lah dikit yess…
Jualan olshop itu tergantung bgt sama visual selain kalimat maut dari seller.
Dari pertama punya olshop, saya cuman ngandelin kamera hp bukan hi-end, typical yg kudu bisa pake yg dipunya secara maksimal (bilang aja gak modal buat beli DSLR, 😁😁😁)

Nah, ini tips yg saya kumpulkan biar tampilan foto agak kecean dgn budget pas-pasan.

1. Andalkan cahaya matahari! Cahaya plg bagus itu jam 11an atau jam 1-2an. Saring cahaya dgn kain warna putih. Pengganti lampu sorot ala2 studio lah ya

2. Background paling bagus itu warna putih. Background rame malah bikin visual gak fokus sama produk.

3. Editing pakai Snapseed / photoshop (versi app) jgn kebanyak dipulas, jadinya gak natural. Cukup exposure, saturation, sharpening

Ketiga ini udah jarang dipake sih sekarang, wkkkk… Setelah pindahan rumah, susah banget dapat cahaya gratisan jadi males juga foto produk. Ilmunya di bagi biar gak mubazir. Gudlak ya…

#copas sesuai aslinya dari fb @ceriafajarwati

Iklan

Saat Resah

Standar

Assalamu’alaykum

Pembaca yang budiman, anda pastilah pernah merasa resah dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. Wajar jika perasaan ini timbul. Karena sebagai manusia biasa, tentu dikaruniai emosi yang berbagai macam adanya. Justru jika tidak lengkap, maka akan terjadi kegoncangan, dan kepribadiaannya pun akan menjadi rumit, dengan kondisi psikologis yang tak berarah.

Namun, apakah perlu perasaan ini dipelihara? Tentu semua sepakat untuk menjawab TIDAK. Mengapa? Karena merupakan sifat negatif. Ya benar. Ada pendapat lain? Karena tidak baik untuk kesehatan. Ya, lalu? akan menyebabkan keresahan bagi orang lain. Ya, karena saat resah, biasanya kita secara tidak sadar membuat orang lain merasa tidak nyaman. Terganggu dengan keresahan kita, atau mungkin bisa tertular keresahan kita. Kog bisa? Ya, misalkan, ibu cemas dan resah akan kepergian anaknya yang belum pulang selama 2 hari 2 malam, tidak tentu rimbanya. Otomatis, sang suami, ayah dari anak tersebut ikut resah.

Nah, jika sudah tau, mengapa terus resah? karena alamiah, kondisional. Ya, bisa juga, walaupun hanya mengkambing hitamkan kondisi. Padahal yang memutuskan akan resah atau tidak kita sendiri atau lingkungan? atau bahkan orang lain? Silahkan renungkan dulu, sebelum membaca kalimat beriutnya. Ada juga yang berasalan, karena resah adalah normal, yang berarti care atau perhatian terhadap seseorang atau sesuatu. Benarkah harus resah untuk dikatakan manusia normal? Ya, bolehlah sesekali resah, namun, disarankan yang wajar-wajar saja, tidak berlebihan.

Lalu masih resah? tidak tau bagaimana cara mengatasinya? Tips saya singkat saja, semoga mengena.

1. Ambil air wudhu. Bagi yang non Islam, silahkan cuci muka dan basuh tangan.

2. Jika diperlukan, silahkan segera mandi.

3. Setelah badan segar, duduklah, dan renungkan.

4. Jika perlu, tuliskan hal yang meresahkanmu, dan

5. Segera putuskan penyelesaiannya: ingin terus resah atau tidak.

Apabila masih resah, silahkan baca Al Qur’an atau kitab suci kalian dengan penuh penghayatan, dan yang terahir, usahakan untuk tidur dengan lelap. Bisa juga dengan mendengarkan murotal atau musik klasik, sambil mengalihkan fokus pikiran dan emosi. Misalnya, sambil berolahraga atau shopping.

Moga bermanfaat.

Wassalam

Nb.artikel asli dari saya untuk anda semua 😀