Category Archives: Sekiber (Sekilas berita)

Batman Sang Tokoh Idola

Standar

Demam ‘The Dark Knight Rises’ sedang merajalela. Tapi tahukah kamu bahwa untuk menjadi seorang Batman itu tidak murah? Moneysupermarket.com telah membuat kalkulasi berapa banyak uang yang harus dikeluarkan Bruce Wayne untuk menjadi seorang pembela kebenaran.

Situs tersebut membeberkannya mulai dari gaji yang diterima sang pelayan Alfred. Berikut ini kami sajikan secara terperinci biayanya dalam bentuk infografis:

(Moneysupermarket.com/Warner Bros)

Kamu pasti pusing melihat angkanya. Kami bantu. Total biaya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Batman adalah… Rp 6,4 triliun!

Ada yang sanggup? Silahkan jadi Batman.

http://id.omg.yahoo.com/

Iklan

Patung

Standar

Patung Kuno Singa

Owen Jarus, LiveScience Contributor | LiveScience.com

Dua pahatan patung berukuran sama seperti singa hidup, masing-masing dengan berat 5 ton, ditemukan di daerah yang kini masuk wilayah Turki. Para arkeolog pun kebingungan akan fungsi batu granit bentuk kucing raksasa ini.

Salah satu kemungkinannya, patung yang dibangun antara 1400-1200 SM dimaksudkan untuk menjadi monumen buat sumber air suci, menurut para peneliti.

Singa yang mirip aslinya itu diciptakan oleh kaum Hittite yang mengendalikan sebagian besar kekaisaran di kawasan tersebut, bersamaan dengan masa singa Asia berkeliaran di kaki-kaki bukit di Turki.

“Singa-singa ini berjalan ke depan, dengan kepala yang agak direndahkan; bagian atas kepala mereka tidak lebih tinggi dari tengkuknya,” tulis Geoffrey Summers dari Middle East Technical University dan peneliti Erol ร–zen dalam artikel yang diterbitkan di edisi terbaru American Journal of Archaeology.

Dua patung singa ini memiliki perbedaan gaya dan dibuat oleh dua pemahat berbeda. Patung singa yang ditemukan di desa Karakiz tampak benar-benar hidup dengan otot yang keluar dan ekor yang melingkar di belakang bongkahan batu granit.

“Para pemahat ini jelas-jelas tahu seperti apa bentuk singa,” kata Summers pada LiveScience di sebuah wawancara. Menurut Summers, catatan arkeologis dan rekaman dokumen kuno mengindikasikan bahwa singa Asia yang kini sudah punah di Turki, masih sangat banyak di kawasan tersebut. Bahkan beberapa dipelihara oleh orang-orang Hittite di kandang.

Anehnya, patung di Karakiz memiliki warna oranye yang disebabkan oleh proses pengaratan mineral pada batu. Menurut Summers, ia yakin bahwa oranye bukanlah warna asli saat batu pertama dipahat.


Menggali singa

Kisah penemuan patung singa raksasa ini berawal pada 2001, saat ร–zen yang saat itu menjabat direktur Museum Yozgat, diberitahu soal keberadaan batu antik ini oleh seorang pria di desa Karakiz dan petugas dari Kementerian Budaya. Pencarian ekstensif di kawasan tersebut mulai dilakukan pada musim semi 2002 dan kerja lapangan mulai tahun berikutnya.

Meski begitu, para penjarah mengalahkan kecepatan para arkeolog. Singa Karakiz sudah terpecah dua oleh dinamit, mungkin karena dikira di dalamnya ada harta karun tersembunyi. “Ada kepercayaan bahwa monumen-monumen seperti ini memiliki harta karun,” kata Summers. Ia menambahkan bahwa peledakan monumen adalah masalah besar di Turki. “Beritanya sering muncul di koran-koran Turki dalam beberapa bulan.”

Singa kedua ditemukan di timur laut desa dan juga sudah terbelah jadi dua. Hasilnya, kedua patung singa ini yang biasanya dipasangkan satu sama lain, kini hanya punya satu singa utuh.

Bahaya penjarahan juga menghantui para peneliti saat mengerjakan pekerjaan mereka. Pada musim panas 2008, bukti ‘pencarian harta karun’ ditemukan di tambang tua bersama dengan bukti batu bentuk drum yang juga sedang dipahat.

Apa guna singa-singa ini?

Penemuan batu singa raksasa, bersama dengan potongan-potongan lain dari tambang tua, seperti baskom batu besar berukuran diameter 2 meter membuat arkeolog bertanya-tanya, apa guna barang-barang ini?

Pencarian di kawasan sekitar tempat ditemukannya batu tidak menemukan bukti adanya permukiman Hittite di masa pembuatan batu. Selain itu, ukuran batu yang besar berarti para pemahat tidak berniat memindahkan batu-batu itu untuk tujuan jauh.

Hipotesis Summers menyimpulkan bahwa batu-batu ini digunakan untuk menandai air, bukan istana atau kota besar.

“Saya rasa sangat mungkin bahwa monumen ini akan diasosiasikan dengan salah satu mata air yang sangat dekat,” katanya dalam wawancara. “Ada paralel asosiasi antara pahatan Hittite dengan tradisi akan sumber air.”

Bahkan, salah satu monumen situs terkenal seperti Eflatun P’nar menandai kolam suci yang “bersumber dari mata air di bawah kolam itu sendiri” tulis Yi?it Erbil dan Alice Mouton dalam sebuah artikel yang diterbitkan di edisi terbaru Journal of Near Eastern Studies. Dua peneliti tersebut menulis tentang air suci di Anatolia Kuno (Turki).

“Menurut teks tertua Hittite. air adalah elemen penyucian paling efektif,” kata Erbil dan Mouton. Air digunakan dalam bentuk pembersihan atau bahkan mandi berendam dalam ritual-ritual keagamaan. Bukti penyuciannya sangat kuat.

Bagi orang-orang Hittite, dunia alamiah, termasuk mata air, memiliki makna religius penting, sangat penting sampai bisa dijaga oleh dua patung singa raksasa. “Sumber air adalah suci, sama seperti gunung-gunung mereka juga suci,” kata Summers.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/patung-kuno-singa-yang-membuat-ilmuwan-heran.html

Yogyakarta

Gambar

Assalamu’alaykum wr.wb.

Selamat Datang kembali di Yogyakarta…

Begitulah sambutan kami, para warga asli Yogyakarta menyambut para wisatawan domestik yang berbondong-bondong mulai sibuk mempersiapkan mudik menyambut lebaran. Sebelum berkunjung atau nostalgia di kota Yogyakarta, akan lebih baik, jika anda meluangkan waktu sejenak untuk mengikuti kami dalam memaparkan sekelumit gambar-gambar Yogyakarta.

Selamat memvisualisasikan dan semoga anda sempat mengunjungi tempat-tempat berikut ๐Ÿ˜€

Wassalam wr.wb

https://i2.wp.com/a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/399450_10150963475802477_1188115558_n.jpg

Foto: Masjid UGM Yogya dari udara. By: Widhi Banuardhi Susanto

https://i0.wp.com/a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/293005_10150961725152477_1366312727_n.jpg

Greweng Beach, Gunungkidul

https://i1.wp.com/a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/418494_10150961620972477_1644520375_n.jpg

Pasirnya putih, airnya jernih, pantainya bersih. Sadranan Beach Gunungkidul

https://i1.wp.com/a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/599917_10150960153492477_882852756_n.jpg

ISTIMEWA! Foto Udara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Trims Jogja SkyCam ~ Burhan Bariton yg telah mengabadikannya

Sumber: http://www.facebook.com/jogya

Nasib Mobil Esemka

Standar

Berita yang cukup membuat kami kagum adalah semangat yang pantang menyerah dari seorang Joko Widodo, Wali Kota Surakarta. Luar biasa keinginan beliau untuk tetap berpositif dalam harapan, dan terus melakukan perjuangan.

Semoga dengan membaca kilas berita beliau, akan menjadi sumber inspirasi semangat baru bagi para pembaca.

TEMPO.CO, Surakarta- Kegagalan mobil Esemka dalam menjalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak membuat Wali Kota Surakarta Joko Widodo patah semangat.

Bahkan sosok yang sering dipanggil Jokowi ini justru semakin bersemangat ketika diremehkan dan dicibir. “Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat,” katanya kepada wartawan, Minggu, 4 Maret 2012.

Dia menilai mereka yang berkomentar minor dan mencibir sebagai sebuah dagelan. Bukannya mendukung, justru meremehkan dan merendahkan karya anak bangsa. “Sebenarnya biasa kalau sebuah karya baru dicibir. Tapi kalau yang mencibir bangsa sendiri, itu dagelan namanya,” ujarnya.

Disebut dagelan karena Esemka terus dibandingkan dengan industri otomotif yang sudah eksis selama puluhan tahun, sedangkan Esemka ibarat bayi yang baru lahir.

Kemudian ada cibiran soal komponen mobil yang disebut comot sana, comot sini, serta sebagian onderdil yang masih impor. Jokowi memberikan pandangan pada masa-masa awal Korea Selatan atau Cina membangun industri otomotifnya, juga melakukan hal serupa. “Bedanya, orang Korea diam semua dan mendukung,” ucapnya.

Jokowi menyebut Esemka sebagai produk yang luar biasa. Sebab dalam waktu singkat berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli. “Bandingkan dengan mobil buatan Jepang, yang butuh 9 tahun untuk memasarkan produknya di Indonesia,” katanya.

Dia mengaku tidak memedulikan ada atau tidaknya dukungan pemerintah terhadap kehadiran Esemka. Asalkan masyarakat tetap mendukung, program Esemka akan jalan terus.

“Ini tidak sekadar bikin mobil. Tapi membangun jati diri bangsa,” dia menuturkan.

Kisah Pengasuh Obama

Standar

Allah SWT telah menciptakan manusia dengan dua jenis. Lelaki atau pria dan perempuan atau wanita. Adapun kaum pertengahan, yang disebut untsa atau kaum Nabiyullah Luth AS yang dilaknat Allah dengan adzab yang pedih, karena pembangkangan mereka terhadap gender. Mereka seakan tidak menerima diri mereka dengan takdir Qada’nya. Memang Qadar dapat diubah, seperti miskin menjadi kaya, bondoh menjadi pintar, dan sebaliknya. Namun, tentu ada yang sudah digariskan olehnya. Tiada yang salah dengan penciptaan Nya. Allah Maha Sempurna tentu telah sangat berhitung. Perhitungan dengan sangat cermat, detail hingga akurat.

Wallahu’alam, tidak bermaksud untuk menambah konflik yang telah nyata ada antara pihak yang mengakui keadaan para waria atau wanita berbadan pria, atau lebih familiar dengan sebutan wanita setengah pria. Hanya perlu menggaris bawahi, jika Allah telah memberikan peringatan yang sangat tegas serta jelas mengenai garis tersebut. Adapun manusia, mungkin dengan berbagai alasan, argumen maupun pembenaran, perasaan, semua dikemukakan, demi satu kata, yaitu pengakuan.

Begitupula sebuah kisah yang tidak sengaja kami baca di yahoo.com mengenai pengasuh Obama, Presiden Amerika sekarang. Sungguh mengesankan untuk lebih dijadikan sebagai wacana. Komentar baik dan buruk, itu silahkan pada asumsi pembaca masing-masing. Hanya saja, dengan tulisan ini, penulis lebih mengharapkan kesadaran masyarakat mengenai fenomena nyata ini. Bahwa sesungguhnya mereka kaum yang perlu dibantu untuk disadarkan. Sekiranya tidak perlu dengan kekerasan yang berujung kematian. Apalah guna jika mereka telah terluka, yang ada hanya dendam dan semakin yakin dengan identitas mereka.

Keras boleh, tapi tetap dengan hati nurani dan penerapan yang akurat. Untuk solusi lebih dalam, belum dapat kami sampaikan, atas keterbatasan pengetahuan penulis, bagi anda yang berwawasan, silahkan saling berbagi ilmu demi memberikan yang terbaik bagi sesama. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Wallahu’alam bissowab, Smoga bermanfaat. Happy reading ^^

Evie lahir sebagai seorang pria, tapi percaya sebenarnya ia adalah seorang perempuan. Seumur hidupnya, Evie harus menanggung hinaan dan pukulan karena identitasnya tersebut. Dalam laporan khusus Associated Press, ia bercerita, seorang tentara pernah mencukur habis rambutnya yang panjang dan hitam serta menyundut rokok ke lengannya.

Saat ia melihat jenazah bengkak rekannya yang waria mengambang di kanal pembuangan air dua dekade lalu, Evie langsung mengambil semua pakaian wanitanya dan menyimpannya di dua kardus besar. Lipstik-lipstik bekasnya, bedak, serta pemulas mata ia berikan ke orang.

“Saya tahu di dalam hati saya seorang perempuan, tapi saya tidak mau mati seperti [rekan saya] itu,” kata Evie, kini 66, dengan bibir sedikit gemetar. “Jadi saya terima saja…Saya kini hidup seperti ini, sebagai seorang pria, semenjak kejadian itu.”

Sikap Indonesia terhadap kaum waria sangat rumit.

Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak waria yang tinggal tersebar di Indonesia, tapi para aktivis memperkirakan ada 7 juta waria hidup di Indonesia.

Waria di Indonesia sering mengadakan kontes kecantikan, bekerja sebagai penyanyi, atau di salon kecantikan, kadang bahkan menjadi pemandu acara bincang-bincang di televisi seperti Dorce Gamalama.

Meski begitu, ada kebencian sosial yang mendalam terhadap waria. Saat karakter waria muncul di komedi televisi, mereka menjadi bulan-bulanan. Mereka agak bersembunyi di masyarakat setelah muncul berbagai serangan oleh kelompok muslim garis keras.

Majelis Ulama Indonesia pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa para waria harus menjalani hidup sesuai dengan jenis kelamin saat mereka dilahirkan, karena tiap jenis kelamin memiliki kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu reproduksi.

“Mereka harus menerima jenis kelamin mereka,” kata Ichwan Syam, seorang ulama MUI.

“Jika mereka tidak mau menyembuhkan diri secara medis atau religius, mereka harus menerima nasib untuk dihina dan dilecehkan.”

Banyak waria beralih menjadi pekerja seks komersial karena pekerjaan sangat sulit dicari, dan mereka tetap ingin hidup sesuai gender mereka yang sebenarnya. Saat melakukan pekerjaan tersebut, mereka berisiko terkena AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

Seperti Evie, banyak waria lain yang memutuskan bahwa lebih baik untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya. Ada juga yang melawan balik. Bulan lalu, waria berusia 50 tahun melamar untuk jadi salah satu anggota komisioner di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Kilatan kamera paparazzi muncul saat Yuli Retoblaut keluar dari mobil minivan mewah pinjaman berwarna hitam. “Saya terlalu jelek untuk jadi PSK, tapi saya bisa menjadi pengawal mereka,” kata Yuli, tertawa.

Ancaman kekerasan di Indonesia terhadap waria sangatlah nyata: Komnas HAM mencatat ada 1000 laporan penyiksaan per tahun, dari pembunuhan sampai pemerkosaan sampai gangguan pada aktivitas organisasi mereka. Di seluruh dunia, setidaknya satu orang dibunuh per hari, menurut data Trans Murder Monitoring Project yang mengumpulkan laporan pembunuhan.

Evie memilih namanya karena menurut dia nama itu terdengar manis. Tapi, dia lalu mengeluarkan KTP-nya dan menunjukkan nama aslinya, Turdi, dan jenis kelaminnya di KTP yang tertera sebagai laki-laki.

Beberapa orang yang sudah lama tinggal di kawasan Menteng tempat Obama tinggal membenarkan, bahwa Turdi bekerja di sana selama dua tahun. Turdi juga merawat adik Obama, Maya, yang saat itu masih bayi. Saat ditanya tentang si pengasuh, Gedung Putih tidak mau mengeluarkan komentar.

Evie kini tinggal di sebuah gubuk sempit, di permukiman kumuh di timur Jakarta. Sehari-harinya ia menjadi buruh cuci, mengumpulkan pakaian dan mencuci baju kotor, untuk makan sehari-hari. Ia memakai jins biru berpotongan baggy dan kaus putih mengiklankan resor pantai yang tenang dan indah, sebuah tempat jauh yang tak pernah ia kunjungi.

Evie berbicara perlahan, sopan, dan ada kerutan khawatir di dahinya.

Saat masih kecil, Evie sering dipukuli oleh ayahnya yang benci punya anak seorang “banci”. “Dia ingin saya bertindak seperti anak laki-laki, tapi saya tidak merasa sebagai laki-laki,” kata dia.

Setelah dihina dan disiksa, ia keluar dari sekolah setelah kelas tiga SD dan mulai belajar memasak.

Ternyata Evie sangat mahir memasak, ia pun bekerja di dapur di beberapa pejabat saat remaja. Ia mengingat masa-masa itu sambil tersenyum. Dan pada sebuah pesta perjamuan pada 1969, Evie bertemu dengan Ann Dunham, ibu Barack Obama, yang tiba dua tahun lalu di Indonesia setelah menikahi seorang pria Indonesia, Lolo Soetoro.

Dunham sangat terkesan dengan bistik dan nasi goreng buatan Evie. Ibu Obama pun akhirnya menawarkan pekerjaan buat Evie. Tak lama kemudian, Evie pun menjadi perawat Barry yang saat itu berusia 8 tahun, menjadi teman bermain, sekaligus menjemput dari dan mengantar ke sekolah.

Para tetangga ingat bahwa mereka sering melihat Evie keluar rumah pada malam hari mengenakan gaun lengkap dan riasan wajah. Namun, kata Evie, dia ragu Barry mengetahui hal itu.

“Dia masih sangat muda,” kata Evie. “Dan saya tidak pernah mengizinkan dia melihat saya dengan pakaian perempuan. Tapi dia pernah melihat saya mencoba lipstik ibunya, kadang-kadang. Dia selalu tertawa senang melihatnya.”

Saat keluarga tersebut pindah dari Indonesia pada awal 1970an, keadaan mulai memburuk buat Evie. Ia tinggal bersama seorang pacar. Namun, hubungan itu kandas tiga tahun kemudian, Evie pun menjadi pekerja seks.

“Saya berusaha bekerja sebagai pembantu, tapi tidak ada yang mau mempekerjakan saya,” kata Evie. “Saya butuh uang untuk membeli makanan, tempat tinggal.”

Evie harus kucing-kucingan dengan penjaga keamanan dan โ€” karena saat itu Indonesia di bawah kekuasaan Soeharto โ€” dengan tentara. Mereka sering mengumpulkan “banci”, menaikkan mereka ke truk, dan mengangkutnya ke lapangan, tempat para waria ini ditendang, dipukuli, disiksa, dan dilecehkan.

Pada 1985, semuanya berubah. Ia dan teman-temannya kocar-kacir di antara gang-gang gelap untuk menyelamatkan diri dari tongkat pukul. Seorang waria yang sangat cantik, Susi, lompat ke kanal air penuh sampah.

Setelah keadaan tenang, mereka yang kabur kembali ke tempat semula, mencari Susi.

“Kami mencari semalaman,” kata Evie, yang sampai sekarang masih dihantui oleh wajah temannya itu. “Akhirnya…kami menemukan dia. Keadaannya sangat mengenaskan. Tubuhnya bengkak, mukanya hancur.”

Kini Evie mencari ketenangan lewat agama, ia rutin pergi ke masjid untuk salat lima kali sehari. Menurut Evie, dia hanya menunggu mati. “Saya tidak punya masa depan lagi.”

Evie mengaku tidak tahu bahwa Barry yang pernah ia besarkan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat pada 2008. Sampai kemudian Evie melihat foto keluarga yang pernah menjadi majikannya di koran dan TV lokal. Ia mengaku kenal dengan mereka.

“Saya tidak percaya,” kata dia, lalu tersenyum lebar.

Kawan-kawannya awalnya tertawa dan berpikir Evie sudah gila, tapi mereka yang tinggal di kawasan Menteng Dalam membenarkan cerita Evie.

“Banyak tetangga yang kenal Turdi… Dia populer di sini, saat itu,” kata Rudy Yara, yang masih tinggal di seberang bekas rumah Obama. “Dia orang yang baik dan sangat sabar dalam mengasuh Barry.”

Evie berharap bekas asuhannya itu akan menggunakan kekuasaannya untuk membantu orang-orang seperti dia melawan para penindas. Obama sudah menunjuk Amanda Simpson, seorang transgender, sebagai penasihat teknis senior di Departemen Perdagangan pada 2010.

Buat Evie, yang penghasilannya tak cukup untuk hidup sehari-hari di jalanan Jakarta, kemenangan Obama di pemilihan presiden pada 2008 lalu cukup untuk memberinya alasan โ€” setelah sekian lama โ€” untuk berbangga.

“Sekarang, saat orang-orang menyebut saya sampah, saya bisa bilang: saya dulu menjadi pengasuh Presiden Amerika Serikat!”

Hot News

Standar

Innalillahi, lagi-lagi berita kecelakaan yang melanda negeri ini. Berita ini kami baca langsung dari situs http://www.yahoo.com

Tidak menyangka, jika polisi lalu lintas juga bisa berahir tragis, wallahu’alam bis sowab. Memang jika Allah sudah berkata Kun Fayakun, maka jadilah. Segala sesuatu terjadi, terkadang di luar jangkauan manusia biasa.

Smoga dengan membaca berita ini, menjadikan kita waspada, bahwa perjalanan adalah setengah maut. Untuk itu, lebih banyaklah berdzikir dan bershalawat. Sehingga selamat dunia ahirat. aaamiin.

Liputan6.com, Jakarta: Komisaris Polisi Jhonar Ambarita tewas akibat terlindas bus TransJakarta Koridor X di dekat Halte Pedati di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (23/2) malam. Sebelumnya, sepeda motor staf Bagian Logistik Mabes Polri itu terserempet kendaraan lain, hingga ia terpental ke jalur busway.

Saat itu, korban melaju di jalur arteri dari arah Cawang menuju Tanjungpriok. Tubuh korban langsung disambar bus TransJakarta yang dikemudikan Marlon Brando. Bus itu juga melaju dari arah yang sama.

Jasad perwira polisi yang masih mengenakan pakaian dinas itu langsung dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sementara sopir dan bus TransJakarta diamankan aparat Satlantas Polres Metro Jakarta Timur.(SHA)