Category Archives: Pusal (puisi asal)

Hidup

Standar

Blùè nìght;-)

Hidup itu ada yang bilang hanya sementara

Ada yang bilang “Mung mampir ngombe”

(Hanya mampir untuk minum)

Ada yang bilang hidup ini hanya dunia fana

Atau hanya sekecil monte

(bahan kue atau sering disebut mutiara- berbentuk bulat warna cerah, biasanya pink)

Tapi

Apapun kata orang

Mereka berusaha saling berkata

berkomentar garang

dan diam menata

 

Bagiku HIDUP ITU INDAH

HIDUP hanya sekali, maka hiduplah yang berarti

Jadilah manfaat

Bukan memanfaatkan tanpa memberi

karena HIDUP INDAH dengan berbagi

Iklan

Mendidik Anak

Standar

Mendidik anak bagai mengukir pualam

Perlu tehnik keahlian khusus yg cerdas

Formulasinya acak, random dan serba terserah

Namun, tidak bisa sembarangan

Terlalu keras, kau akan menghancurkannya seketika

Terlalu lemah, kau tak akan menghasilkan apapun selain wujud aslinya

Perlu ilmu dan amal

Tidak hanya sekali,

Butuh berkali2 bahkan dengan lebih lama dari arti kesabaran dan ketekunan

Saat kau berhenti mencoba dan menyerah

Sesungguhnya kau merugi

Saat kau terus maju dan bergerak

Itulah inti dari sebuah pengorbanan

Ya

Pengorbanan atas ego eksistensi dirimu

Ego atas segala kemauanmu

Ego atas kesempurnaan yg sering datang

Hinggap kala lelahmu

Itulah yg kurasakan kali ini

Sebagai mama dari dua lelaki hebatku

Lelaki yg akan selalu ada di hatiku

2 sinar terang kesuksesan di sana menanti

Akankah mereka akan menjadi cahaya penerang jalan surgaku ?

Ataukah

Justru pembakar masa depan dan penghapus amalanku ?

Semua dimulai dari

Hari ini..

 

Anakku

Standar

MomentCam_20170726_001101

Anakku

Tahukah kau

Betapa ibu menyayangimu

Sadarkah kau

Dalam doa ibu selalu ada kamu

Meski

Ibu tau

Kamu belum tahu

Tapi

Seiring berjalannya waktu

Ibu yakin, kamu akan paham

Paham artinya rasa sayang

Paham banyak hal

Yang ibu pahami kini

Doa ibu selalu

Mengiringi langkahmu

Semoga kamu menjadi anak sholih

Yang selalu berjalan di jalan Nya

Bahagialah nak

Bahagia di dunia dan ahirat

Aaamiin Ya Rabbal ‘alamin

 

Impian

Standar

(asal jadi aja)

Pernah suatu masa

aku terdiam seorang diri

hanya berteman asa

sembari menggenggam duri

Apakah itu mimpi

siapakah ia

di mana ia akan menghampiri

mengapa semua tinggal tanya

Lalu, sang waktu berputar

roda bergulir

hatiku gemetar

ternyata air kan terus mengalir

Seonggok tanah ku genggam

dan segenap keyakinan terjuntai

bahwa ia tak kan pernah legam

impian ku pasti kan ku gapai