Category Archives: Kata Motivator

Kisah Lata Bhagwan Khare

Standar

download (3)

Sumber gambar : http://www.brameshtechanalysis.com/

Kisah ini cukup menginspirasi saya saat mengukuti training OTAK WANITA OTAK POWER oleh Dr Rizal Abu Bakar. Dalam satu sesi, beliau menceritakan kisah inspirational tentang seorang nenek bernama Lata Khare dari India. Setelah tanya mbah google. Ternyata sudah ada yg posting. Jadi di sino sy posting saja langsung artikel aslinya 😊

Bagi yang kurang memahami bahasa Inggris. Langsung buka Google translate 👍👍👍😁

Lata Bhagwan Khare, a 65 year old resident of an small village in Buldhana district in Maharashtra, survived by her 3 daughters and husband. She and her husband worked very hard throughout their lives and married off their 3 daughters. All the small money which they gathered over the years was spent on these marriages.

Post daughter’s marriages, she and her husband started working on day basis in the nearby farms, they used to make enough to survive.

One day suddenly, her husband felt uneasy and was diagnosed with some serious infection. Lataji was left baffled, with no money in hand and the creepy situation, she couldn’t understand what to do. She took him to the nearby government hospital, doctors recommended her to take him to the terminal hospital in Baramati as few tests had to be conducted. Lataji was in tears, she felt pity on her misery. She couldn’t see her husband dying in her arms. She felt helpless and sorrowful.

Courageously, she begged to her neighbors, relatives and every possible person she could and gathered tiny amount and left for Baramati for the further tests of her husband.

Doctor moved her husband in the check-up zone, she discreetly sat outside the room with the teary eyes, praying god to save the only wisdom in her life. Doctor came out of the check-up ward, her eyes lit, eagerly waiting to hear the well-being of her love. But the fate had some other story written for them, Doctor said this test weren’t enough to start the diagnose, further tests and medications are were required, which was going to cost them bounty. Lataji’s world collapsed, her eyes widespread in disguise, no where to go, no money to treat her husband. Her world was shattered, her heart ached, emotions were flowing down, she cried and cried. She couldn’t digest this helplessness.

They came out of the hospital heavy-heartedly, stopped by nearby samosawala, had two samosas on piece of newspaper, her eyes stopped on the bold Marathi headline on the newspaper, her eyes lit, heart skipped a bit, the headline was about the ‘Baramati Marathon and it’s prize money’. She winked and all sorts of thoughts flooded through her mind.

8b4f484c957445867444231c98452c60--marathon-running-news-india

Next day, Baramati Marathon was about to commence, everyone geared up in their sports shoes, cozy shorts and tracks, sweat absorbing tees. And there she comes, the 67 year old Lata Bhagwan Khare, wearing torn saree (lugda), bare footed, tears in her eyes. She argued with the organizers, they weren’t ready to let her participate in the marathon, she pleaded, she begged, she made them to approve her participation.

Marathon started, she hitched her saree just above her ankles, she ran like a wizard, like an 16 year old teen, she didn’t think of anything else, she could just see her husband’s life hanging ahead and the winning amount in front of her eyes. She didn’t care about the hard hitting rocks and pebbles on her way, her feet bled, but she ran and she just ran.

images

She accomplished the marathon and won the prize amount. It meant a life to her, she was going to see her husband live. Crowd cheered her, streets of Baramati clapped for her. People were flabbergasted, they saluted her, applauded every single step of her.

She collected the winning amount and made sure her husband receives the proper medication. This is love, this is devotion. She didn’t blink an eye, she never thought about how she is going to win the marathon, how is she going to run barefooted, how’ll she survive. She only ran with one motive, to save her husband.

I salute Lata Bhagwan Khare, this needs courage. In the world full of excuses, you just proved to be fortuitous. I salute you again..!!

Intinya adalah ketika kita memiliki keinginan dan alasan yang kuat untuk menang dengan semangat dan tekat, maka perjuangan tetap akan membuahkan hasil yang sebanding. Lata Bhagwan Khare yang sudah renta saja mampu, bagaimana dengan anda ?

Iklan

Motivasi Cinta

Standar

Assalamu’alaikum,

Diantara kalian pastilah tidak asing lagi dengan satu kata berjuta makna, CINTA. Berbagai ungkapan akan timbul di pikiran, bila menyebut satu kata ini. Indah, bisa, atau sakit, bolehlah. Apapun rasanya, minumnya tetep.. hehehe Okeh, beberapa tips yang sudah ada langsung aja dipraktekkan yes. Siapa tau anda beruntung menemukan hakekat cinta versi anda sendiri. Ingat, jangan salfok alias salah fokus. Kenapa ? Karena CINTA hanya sebuah kata. Sebuah kata berjuta makna dengan emosi. Cie yang sedang jatuh cinta. Bukan, lebih tepatnya bangun cinta. Jatuh = sakit dong

CINTA = lebih kepada emosi positif saja. Bahagia misalnya.

Masak mau jatuh bahagia ? Tidak lah, bangun bahagia saja. Sepakat ?! #radamaksa

Berhubung sebenarnya nulis sambil mata sepet alias ngantuk. Lanjut besok, dan ada beberapa gambar keren yang bisa kalian copas buat status alay kalian kids jaman now. hehe

Wassalamu’alaikum

Sumber gambar: santaidamai.com

sumber gambar: irwansyah.id

Motivasi Tembak Langsung

Standar

Assalamu’alaiku wr.wb

mohon maaf, karena keterbatasan waktu, dan tentunya ide. Kami, sementara ini hanya bisa menyajikan informasi singkat, yang langsung kami copy dari sumbernya, tanpa adanya pengeditan yang berarti. Namun, anda tidak perlu khawati, karena anda bisa langsung menelusuri jejak artikel, dari sumber yang selalu kami cantumkan di setiap artikel kami. Trimakasih telah senantiasa mengikuti langkah kami dalam dunia maya. Smoga bermanfaat 😀

Wassalamu’alaikum wr.wb

Untuk adik-adik saya yang ingin nasihat dengan bahasa yang to the point, ini dia …

Untuk menjadi pribadi yang menarik bagi calon belahan jiwa:

1. Jangan membanggakan mahalnya barang-barang Anda di depan laki-laki, karena itu membuatnya menulis status “CINTAKU BERAT DI ONGKOS.”

2. Jangan membanggakan barang-barang ber-merk yang mahal di depan wanita, karena itu membuatnya merasa Anda sedang berusaha “membelinya.” Wanita baik-baik akan mati rasa.

3. Jangan menulis pertanyaan di MTFB ini kepada saya: “Mengapa semua laki-laki itu brengsek?.” Saya sudah lama jadi laki-laki lho? Di samping itu, para pria akan merasa bahwa Anda selama ini bergaul dengan laki-laki tidak baik. And that’s not cool.

4. Jika Anda mengutarakan kebencian kepada laki-laki, itu akan mematikan ketertarikan laki-laki kepada Anda. Demikian juga dengan wanita.

5. Pada pertemuan-pertemuan awal, jangan ada berserakan majalah tentang pernikahan, ibu dan anak, dan majalah fotografi pre wedding. Itu membuat pria ketakutan, menghilang, dan mengganti nomor telepon.

6. Berlakulah tertarik, tapi jangan terlalu tertarik. Terkadang Anda sedikit seperti tidak begitu butuh, sedikit saja – agar Anda bisa memelihara penghormatan darinya, tapi jangan sampai dia merasa tidak penting.

7. Jangan terlalu cepat memanggilnya “Yayank?!” apalagi “Papahhh” atau “Mbok-e”

8. Kalau dia bertanya, “Apa kabar?” Jawablah dengan: “Super! dan Anda sendiri bagaimana?”

He he … Hope you like these pointers.

Kalau Anda masih tertarik untuk membaca seri berikutnya, bilang ya?

Love you,

Mario Teguh

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Mario-Teguh/52472954880?ref=stream

Tetap Semangat di Bulan Ramadhan

Standar

Jangan dengarkan cemooh orang terhadap prinsipmu, jika dia sendiri masih belum jadi apa-apa dengan prinsipnya.

Berfokuslah pada kebaikan diri dan kehidupanmu sendiri, agar engkau tumbuh membesar dan menjadi pengangkat kualitas kehidupan sesamamu.

Semoga Tuhan selalu memeliharamu dalam kedamaian, kesehatan, dan dalam cinta yang setia dan rezeki yang penuh berkah.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

Sabar Itu Nikmat yang Tertunda

Standar

Para pembaca yang budiman, tentunya diantara anda sekalian sudah sangat sering mendengar bahkan mengetahui dengan jelas mengenai satu kata sabar. Hingga di beberapa buku telah dikupas tuntas mengenai sabar itu sendiri. Setiap kali menghadapi musibah, cobaan, ujian, selalu dihadapkan dengan kata sabar. “Lagi-lagi sabar.. sabar dan sabar.. Bicara itu mudah, tapi prakteknya…” Begitulah beberapa respon seserang saat diminta sabar. Atau  bila sudah terlalu jenuh, bertanya, “sabar sampai kapan?”Atau lebih ekstrim dengan statetmen “sabar itu ada batasnya”. Benarkah demikian?

Setelah kami berusaha menyimpulkan dari berbagai sumber, bahwa memang sabar adalah suatu sikap yang bijaksana. Jalan tengah yang bagi beberapa orang diyakini sangat sulit, mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan? benarkah demikian? Mari kita telaah lebih lanjut. Benarkah sabar itu begitu sulitnya sehingga kita tak mungkin melaluinya?

Pernahkah anda berada di kelas 1 SD?

Lalu sekarang anda berada di jenjang pendidikan apa?

SD, SMP, atau bahkan telah menempuh gelar sarjana dengan gemilang, sehingga kini menduduki jabatan penting di sebuah perusahaan ternama?

Nah, pernahkah anda berfikir ketika dulu, sebelum anda bisa membaca dan menulis, bahwa dua kegiatan tersebut adalah sangat sulit?

Anda bahkan pernah menangis. Putus asa hingga menangis keras. Saat anda belum bisa menyelesaikan tugas anda. Tidak peduli apapun reaksi stress anda yang anda tunjukkan, kala dulu. Namun, anda terus berusaha bersabar. Apa? bersabar? Ya bersabar. Bersabar dengan terus menghadapinya. Meskipun anda dengan berbagai ekspresi. Anda tetap menyelesaikannya dengan sempurna pada ahirnya. Lalu benarkah sabar itu sulit? Silahkan renungkan kembali.

Segala sesuatu yang anda yakini, akan menjadi kenyataan. Benarkah demikian? Jika anda menyerah dengan kalimat. Sabar itu sulit, maka segala daya pikiran dan perbuatan akan mendukung anda, dan menciptakan beban mental tersendiri bagi anda. Tidak percaya? Mari kita buktikan sendiri dalam kenyataan. Coba anda bayangkan mobil warna putih. Yakinkan diri anda, hari ini anda akan bertemu 10 mobil putih. Ucapkan hingga 3 kali dan benar-benar tanamkan bahawa 10 mobil putih akan anda temui hari ini.

Apa yang terjadi? Silahkan dipraktekkan sendiri. Ingat satu kata, yakin. Nah, sekarang jika anda yakin bahwa sabar itu sulit, maka anda tentunya akan semakin kesulitan melaluinya. Masihkah sabar itu sulit? Tanyakan pada rumput yang bergoyang… 😀

Sabar itu ada batasnya?

Saya kembali bertanya pada anda. Maukah anda hidup dengan batas? Misalnya anda kami batasi hanya boleh hidup selama 25 tahun dari hari ini. Misalkan anda berusia 25 tahun, maka di usia 50 tahun, anda harus rela kami bunuh, atau kami batasi usia hidup anda. Bersediakah anda? Atau anda membutuhkan biaya berapa untuk membatasi hidup anda?

Kembali ke kata sabar. Masihkah sabar ada batasnya? saya putuskan bahwa sabar tanpa batas. Ya, siapa yang membatasi? manusia itu sendiri. Manusia yang menyerah dan merasa kalah. Maukah anda kami golongkan ke dalam golongan mereka? Jika tidak, mari kita yakinkan diri bahwa sabar itu tanpa batas. Silahkan memilih.

Sabar itu buahnya manis?

Ya. PASTI dan TENTU. Mengapa? karena sabar adalah ujian. Ibarat anak sekolah. Bila bisa melalui dan menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan mendapatkan nilai terbaik. Anda ingin menjadi yang mana? pemenang atas diri anda sendiri atau petarung yang kalah sebelum bertanding? Silahkan anda putuskan sendiri. Hidup memang harus memilih, dan andalah yang harus menentukan pilihan hidup anda sendiri.

Semoga bermanfaat.

Marilah saling mengingatkan akan 3 kalimat:

1. Sabar itu mudah.

2. Sabar itu tanpa batas.

3. Sabar itu indah, dan buahnya manis.

Wallahu’alam bissowab.