Daily Archives: Februari 3, 2018

Mendidik Anak

Standar

Mendidik anak bagai mengukir pualam

Perlu tehnik keahlian khusus yg cerdas

Formulasinya acak, random dan serba terserah

Namun, tidak bisa sembarangan

Terlalu keras, kau akan menghancurkannya seketika

Terlalu lemah, kau tak akan menghasilkan apapun selain wujud aslinya

Perlu ilmu dan amal

Tidak hanya sekali,

Butuh berkali2 bahkan dengan lebih lama dari arti kesabaran dan ketekunan

Saat kau berhenti mencoba dan menyerah

Sesungguhnya kau merugi

Saat kau terus maju dan bergerak

Itulah inti dari sebuah pengorbanan

Ya

Pengorbanan atas ego eksistensi dirimu

Ego atas segala kemauanmu

Ego atas kesempurnaan yg sering datang

Hinggap kala lelahmu

Itulah yg kurasakan kali ini

Sebagai mama dari dua lelaki hebatku

Lelaki yg akan selalu ada di hatiku

2 sinar terang kesuksesan di sana menanti

Akankah mereka akan menjadi cahaya penerang jalan surgaku ?

Ataukah

Justru pembakar masa depan dan penghapus amalanku ?

Semua dimulai dari

Hari ini..

 

Iklan

Mesir Kuno

Standar

images

Lukisan Ratu Mesir memainkan Senet, salah satu game board populer di zaman Mesir Kuno. (Gianni Dagli Orti/Corbis)

Lebih dari sebuah peradaan, Mesir kuno merupakan tempat dimana kebudayaan manusia lahir dan berkembang. Leluhur Mesir hidup selama kurang lebih 3000 tahun dan kebudayaannya menjadi begitu sangat kaya dan beragam sehingga dikenal berbagai lapisan masyarakat dunia, dari generasi satu ke yang lainnya.

Namun tahukah Anda? Ada beberapa fakta dari kebudayaan Mesir kuno yang ternyata tidak terjadi demikian di kehidupan nyata Mesir pada jamannya. Apa sajakah itu?

Clepotra bukan keturunan Mesir

Mendengar Cleopatra, kita akan otomatis mengasosiasikannya dengan keelokannya sehingga dinobatkan sebagai Ratu tercantik di Kerajaan Mesir Kuno. Meski lahir di Alexandria, ia merupakan keturunan Yunani Makedonia, tepatnya keturunan Ptomely I, salah satu letnan dari Raja Alexander The Great, yang memimpin kerajaan Mesir dari abad 323 hingga 30 Sebelum Masehi.

Rakyat Mesir Kuno mencintai permainan papan

Di malam hari usai bekerja seharian penuh, pekerja Mesir kerap bermain board games sambil bersantai bersama rekan mereka. Permainan yang bisa dimainkan di atas papan dengan 30 kotak itu berupa permainan yang dinamakan “Mehen”, “Dogs and Jackals”, dan “Senet”. Cara bermainnya sederhana, layaknya bermain ular tangga dengan melempar dadu secara bergiliran. Menurut penelitian, mereka sudah melakukan kegiatan ini sejak 3500 SM, didukung oleh adanya penemuan papan permainan Senet di makam para Firaun yang memerintah di Dinasti ke-18, yakni sekitar 1333 hingga 1324 SM.

Wanita Mesir Kuno berhak atas banyak hal dan kebebasannya beragam

Anggapan bahwa wanita Mesir seringkali dilecehkan, diremehkan, bahkan tidak dianggap keberadaannya di Mesir sana ternyata tidak benar.

Para wanita di Mesir memiliki hak kesepakatan yang legal dan mampu memiliki hak finansial secara mandiri, itu berarti mereka dapat menjual atau membeli bangunan, berperan sebagai juri/hakim, dan terkadang juga dapat terlibat dalam suatu perjanjian kontrak. Wanita Mesir yang pekerjaannya dilakukan di luar rumah mendapat upah yang setara dengan yang diterima pria pada masa itu. Wanita di Mesir juga berhak menceraikan suaminya, bukan selamanya terikat dengan suami seperti yang terjadi pada wanita Yunani.

Para Farao (pemimpin Mesir) bertubuh gemuk dan menderita diabetes

Meski kita seringkali melihat patung orang Mesir yang digambarkan bertubuh kekar, nyatanya itu tidak terjadi di kenyataannya dahulu. Setelah para ilmuwan meneliti tubuh dari mumi-mumi Farao Mesir, ternyata ditemukan bahwa dulunya berat badan para Farao seringkali berlebih dan tidak sehat, bahkan diduga menderita diabetes akibat konsumsi bir, wine, roti dan madu yang tinggi kadar gulanya.

Piramida tidak dibangun oleh para budak

Dengan ditemukannya bermacam rangka yang menunjukkan pemiliknya pernah mengalami radangs sendi dan penyakit sejenis, pembangunan piramida-piramida Mesir yang sangat besar dan mengagumkan itu tentu tidak mudah.

Namun demikian, penemuan bukti terbaru menunjukkan bahwa pembangunan piramida Mesir dilakukan oleh para artisan. Jika bukan oleh orang yang ahli dalam hal memahat, graffitiyang menunjukkan kelompok atau tim pemahat bernama lucu seperti “Drunkards of Menkaure” atau “Friends of Khufu” barangkali tidak akan muncul. Budak-budak Mesir dulunya hanya bekerja sebagai pelayan istana.

Aksi mogok kerja pertama kali dilakukan pekerja Mesir kuno

Meski warga mesir kuno seringkali menganggap para Farao sebagai dewa hidup, mereka tidak takut melakukan protes untuk miliki lingkungan kerja yang lebih baik. Dulu pada abad ke-12 SM, saat Farao Ramses III sedang berkuasa, para pekerja melakukan aksi mogok dan melakukan demo untuk meminta upah yang tidak mereka terima saat membangun menara kerajaan di Deir el-Medina. Aksi mogok itu tercatat sebagai aksi mogok pertama dalam sejarah.

Pria Mesir Kuno juga bersolek

Kosmetik tidak mengenal perbedaan gender di jaman Mesir kuno. Dengan para wanita yang bersolek demi penampilan, para pria Mesir juga tampil tak kalah memukau dari para wanita. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepercayaan mereka untuk melindungi diri dari Dewa Horus dan Ra, yakni Dewa Matahari dalam mitologi Mesir.

Kosmetik yang digunakan berasal dari bijih besi mineral yang digerus sehingga menjadi bahan yang disebut kohl, yang kerap dibalurkan di atas kelopak mata dan kemudian dihiasi ornamen yang terbuat dari kayu, tulang atau gading. Untuk wanita, mereka menggunakan henna untuk melukis tangan dan kuku-kuku mereka. Tak hanya itu, baik wanita maupun pria juga menggunakan parfum yang terbuat dari minyak dan kayu manis. Selain untuk menarik perhatian dan mempercantik diri, orang Mesir Kuno percaya bahwa kosmetik berfungsi pula sebagai obat penyembuh mujarab.

Fir’aun Wanita

Mesir merupakan bangsa dari Benua Afrika yang begitu banyak menyimpan keajaiban di masa lalunya. Peradaban di zaman Kuno Mesir merupakan terbesar dan tersohor di dunia yang berhasil menciptakan sejarah sampai saat ini. Dari peradaban tersebut, banyak nama-nama besar yang muncul seperti salah satunya Firaun.

Firaun sendiri adalah gelar untuk para raja yang menduduki tahta tertinggi pada zaman tersebut dan identik dengan pria yang memiliki kelakuan layaknya Tuhan. Namun, tahukah kamu bahwa Firaun bukan saja dari kalangan pria? Sebenarnya, pada zaman Mesir Kuno ada juga Firaun berjenis kelamin wanita yang pernah menduduki tahta tertinggi dengan sangat hebatnya. Siapakah saja Firaun wanita tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Cleopatra

1-768x454

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemypenguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun, semuanya meninggal saat masih sangat muda.

Cleopatra merupakan ikon kecantikan dunia sampai saat ini. Cleoptara lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM. Ia merupakan salah satu Firaun wanita Mesir terakhir yang menggunakan senjata “kewanitaan” untuk mempertahankan takhta dan pengaruhnya di dalam kerajaan. Cleopatra bahkan membuat Julius Caesar sang Kaisar Romawi tunduk di kakinya.

Cleopatra dinobatkan menjadi ratu pada usia 18 tahun setelah Ia menikahi adik laki – lakinya yang baru berusia 12 tahun, yang kemudian menjadi raja Ptolemeus XIV. Dalam peradaban Mesir Kuno, menikahi saudara kandung merupakan kebiasaan pada masa itu, karena sebagai Pharaoh mereka dianggap keturunan dewa dan hanya sesama dewa yang boleh menikah.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa Cleopatra merupakan figur sadis, namun Cleopatra sendiri mengatakan itu demi rakyatnya dan mau melakukan segala cara untuk melindungi rakyatnya. Ambisinya memang berhasil menjadikan kerajaan itu menjadi besar.

2. Nefertiti
2

Dikenal sebagai penguasa Sungai Nildan putri para dewa, Nefertitimemiliki kekuasaan penuh pada masanya dan diyakini memiliki status yang sama dengan Firaun sendiri.

Nafertiti awalnya merupakan seorang istri dari Firaun bernama Akhenaten. Namun setelah suaminya meninggal dunia, Nefertiti memegang kekuasaan itu sementara waktu sebelum ada Firaun baru bernama Tutankhamun naik tahta dan memerintah Mesir kuno dengan sangat hebat.

Lama terlupakan oleh sejarah, Nefertiti menjadi terkenal ketika sebuah patung dirinya ditemukan di sebuah toko seorang seniman di Amarna pada tahun 1912, sekarang merupakan Altes Museum di Berlin.

Patung tersebut sekarang adalah salah satu karya paling banyak dibuat replikanya dari era Mesir Kuno. Nefertiti dan suaminya adalah orang yang memberikan reformasi besar pada Mesir. Dia merupakan Firaun yang paling agamis dan religius sehingga banyak masyarakat pada zaman itu takut terhadap dewa. Saat ia berkuasa, dewa Aten merupakan satu-satunya tuhan pada masa itu.

3. Hatshepsut

RatuHatshepsut adalah Firaun ke-5 dari Dinasti ke-8 yang memerintah di zaman Mesir Kuno. Para ilmuwan banyak menanggap Ratu Hatshepsut merupakan seorang Firaun wanita yang paling sukses di Mesir karena masa jabatannya paling lama daripada wanita penguasa manapun.

Dengan kekayaannya, ia berhasil membangun proyek yang mengangkat nama besar arsitektur Mesir Kuno sebanding dengan arsitektur klasik manapun. Bangunan ini tidak tersaingi budaya lain selama kurang lebih 1000 tahun. Salah satu bangunan yang paling terkenal sampai saat ini adalah kuil Hatshepsut dan kuil Karnak.

Dari hasil penelitian arkeologi, Ratu Hatshepsut diduga tewas karena lotion, dimana mereka menemukan adanya zat beracun karsinogen dalam botol kosmetik milik ratu. Sebelumnya, Hatshepsut dikabarkan meninggal dunia karena kanker tulang pada 1458 SM.

4. Sobekneferu

Ia memerintah pada Dinasti ke-18 mulai tahun 1473 Sebelum Masehi. Sobekneferu memerintah Mesir sekitar empat tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Firaun pria lain yang masih memiliki darah dari Amenemhat III.

Ia memperkuat cengkeraman kekuasaannya dengan mendekorasi kuil para dewa, memasang citra dirinya sebagai Firaun yang menggunakan pakaian tradisional dan segala simbol kepemimpinan termasuk janggut yang lancip.

Saat mengerjakan urusan kenegaraan, dikelilingi para penasihat laki-laki, ia mengenakan pakaian pria. Meski, pada masa awal kekuasaannya, perempuan itu kerap mengenakan gaun pas badan yang menunjukkan lekuk tubuhnya.

5. Twosret

Twosret adalah Firaun terakhir dari Dinasti ke-19 Mesir. Ia dikenal juga dengan nama Site Meryamun atau yang memiliki arti “Putri tercinta dewa Amun (dewa Mesir)”.

Penggalian yang dilakukan oleh University of Arizona dalam ekspedisi Mesir, di kuil Gournah memiliki dugaan kuat bahwa pemerintahannya berjalan selama 9 tahun yang berarti kemungkinannya di memerintah selama 2 atau 3 tahun sebagai Firaun wanita Mesir Kuno di tahun 9 masehi di mana saat itu banyak sekali pertempuran hebat yang salah perang memperebutkan kawasan Troy.

Makam dari Tworset di temukan di daerah lembah yang sangat dalam. Bahkan isi peti matinya telah digunakan kembali untuk mengubur Amenherkhepeshef. Meski demikian patung dari Twosret ditemukan di daerah Heliopolis dan juga Thebes.

(Sumber: african-union.org,  History- nationalgeographic.co.id