Monthly Archives: Juli 2012

Makna Sabar

Standar

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits

Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :
– Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
– Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
– Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum

Hadits singkat ini memiliki makna yang luas sekaligus memberikan definisi mengenai sifat dan karakter orang yang beriman. Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’ ( عجبا ). Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.

Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min. Dimana ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.

Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan refleksikan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.

Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.

Urgensi Kesabaran

Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.

Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.

Makna Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an:

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)

Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:
Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur’an menjadi beberapa macam;

1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.

2. Larangan isti’ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”

3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”
4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”

6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur’an (13: 23 – 24); “(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum” (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

Inilah diantara gambaran Al-Qur’an mengenai kesabaran. Gembaran-gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.

Sebagaimana dalam al-Qur’an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;
1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)

2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)

3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)

4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu’min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)

5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR. Bukhari)

6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)

7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)
8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.

Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’.
(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan “menyenangkan”. Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang “menyenangkan”.

3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.

Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :

1. Sabar terhadap musibah.

Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran

Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;

1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.

3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

Penutup

Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.

Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.

( disadur dari : ustadzchandra.wordpress.com )

Sumber: http://indahnyaimanku.wordpress.com

Sedekah di Ramadhan

Standar

Jakarta“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS Al Baqarah [2]: 261).

Jangan kikir. Pesan ini perlu dihayati oleh para eksekutif. Karena penghasilan yang diterima berupa gaji, tunjangan, dan bonus merupakan rezeki dari Allah SWT. Tidak ada alasan sedikitpun untuk berlaku kikir.

Dalam penghasilan yang diterima terselip milik orang lain, yaitu para kaum fakir, kaum miskin dan anak yatim. Mereka adalah kelompok orang yang tidak beruntung secara materi, namun sangat diperhatikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kepada mereka! Doa mereka makbul dan penderitaan serta tangisan mereka merupakan petaka dosa bagi kita. Bahkan Allah memberikan label atau stempel kepada orang yang tidak memperhatikan mereka, mengabaikan mereka dan membiarkan mereka lapar dengan stempel “para pendusta agama”. Stempel ini sungguh berat dan berdampak pada suramnya masa depan di akhirat kelak.

Allah SWT tidak menyia-nyiakan sedikitpun apa yang kita nafkahkan atau yang kita sedekahkan. Sedekah itulah hakikat milik kita yang sebenarnya, sedangkan yang lain hanyalah titipan dari-Nya. Allah tidak mengabaikan apa yang kita sedekahkan. Dia akan menambah lebih banyak lagi. Dia mengganjar setiap sedekah yang dikeluarkan dengan ganjaran 700 kali, tidak memandang besar atau kecil jumlah yang disedekahkan. Sungguh pembalasan yang berlipat ganda.

Apakah ada pembalasan yang terbaik selain dari balasan Allah? Cobalah telusuri di planet bumi ini, adakah kita temukan seseorang, yang terkaya sekalipun, ketika diberikan sesuatu, dia akan membalas pemberian kita dengan berlipat ganda dan terus menerus? Jangan-jangan pemberian itu dianggap sebagai penghinaan baginya disebabkan nilainya jauh lebih kecil dari kekayaanya.

Tidak pernah ada dalam sejarah umat manusia orang yang bersedekah mengalami degradasi kekayaan, sehingga ia jatuh miskin dan melarat. Bahkan banyak orang bertambah kekayaannya dan meraih kemuliaan karena mengeluarkan sedekahnya. Sebaliknya, tidak sedikit juga orang yang enggan bersedekah mengalami kebangkrutan dan mengidap berbagai penyakit. Perhatikanlah cerita Qorun yang ditenggelamkan Allah ke dalam bumi beserta dengan seluruh hartanya karena kesombongannya.

Berikut sepenggal kisah salah seorang sahabat Nabi Saw, Abdurrahman bin Auf ra yang berprofesi sebagai pedagang kaya dan selalu suskes dalam perniagaan. Dari Aisyah ra, Rasulullah Saw berkata: ”Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak”. Ucapan Rasulullah saw tidak pernah dilupakan Abdurrahman bin Auf. Suatu ketika ia pulang dari berdagang di Syam dengan 700 unta yang membawa barang perdagangannya. Beliau mendatangi Umul Mukminin Aisyah ra dan mengatakan: ”Aku bersaksi bahwa kafilah ini beserta muatan dan pelananya, aku infakkan di jalan Allah SWT”. Sungguh penduduk Madinah bersuka cita menerima pembagian harta darinya.

Inilah contoh teladan yang agung. Betapa beliau termasuk salah seorang yang dijamin masuk surga masih bersifat dermawan. Jatuh miskinkah beliau setelah itu. Tidak! Hartanya terus bertambah melebihi harta kekayaan para sahabat lain, dan ia selalu sukses.

Berikut ini adalah beberapa hikmah sedekah:
1. Menyembuhkan penyakit
2. Menambah berkah harta
3. Tiket menuju surga dan menutup pintu neraka
4. Terlepas dari pendusta agama
5. Mendapat naungan Allah di padang Mahsyar
6. Dicintai Allah dan dicintai manusia
7. Para Malaikat berdo’a untuknya

Wallahu a’lam bish-shawab

http://ramadan.detik.com

Makanan Diet

Standar
Sebaiknya anda mengetahui makanan diet pembakar lemak perut anda. Bagi anda yang sedang menjalani program diet sekaligus mencari cara mengecilkan perut tentunya anda perlu mengetahui makanan diet pembakar lemak perut untuk anda konsumsi. Lemak perut yang menyebabkan anda buncit tentunya membuat risih ketika anda berpenampilan, akibat dari salah mengkonsumsi makanan menyebabkan timbunan lemak pada perut anda menjadi bertambah banyak.
Biasanya lemak pada perut merupakan bagian yang sulit untuk dihilangkan berbeda dengan lemak yang terdapat pada bagian tubuh yang lain seperti paha ataupun lengan, apabila pada bagian yang lain terdapat lemak maka dengan melakukan rutin anda berolahraga dapat membakar lemak pada bagian tersebut. Namun ketika lemak yang terdapat pada perut anda tentunya tidak dapat dihilangkan dengan begitu saja melalui berolah raga. Ada beberapa hal melalui makanan diet yang perlu anda konsumsi sebagai pembakar lemak pada perut anda.

 

Blueberry
Dengan mengkonsumsi blueberry ini diyakini dapat membakar lemak yang terdapat pada perut anda, waktu yang dibutuhkan untuk mengikis lemak perut juga tergolong singkat yaitu sekitar 3 bulan saja. Manfaat lain dari blueberry ini juga ternyata mampu menekan kolesterol jahat pada darah anda juga mampu menghindari serangan jantung. Dengan mengkonsumsi buah blueberry ini dipercaya dapat memperlancar aliran darah pada tubuh kita.
Jeruk bali
Bagi anda yang ingin mengecilkan lingkar pinggan akibat timbunan lemak juga disarankan untuk mengkonsumsi buah jeruk bali, bagi anda yang sedang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi jeruk bali ternyata mampu mengurangi nafsu makan anda. Disamping itu juga jeruk bali berfungsi sebagai pembuang air yang tidak terpakai pada tubuh yang mengakibatkan perut buncit.
Kenari
Kandungan omega 3 yang terdapat pada kenari juga dipercaya mampu sebagai pembakar lemak terutama lemak pada bagian perut anda. Selain dapat membakar lemak perut dengan mengkonsumsi kenari juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Yogurt rendah lemak
Alternatif lain yang dapat anda gunakan untuk membakar lemak perut adalah dengan mengkonsumsi yogurt rendah lemak. Nutrisi pada yogurt ini selain berfungsi untuk mengurangi lemak juga dapat memberikan nutrisi pada otot tubuh dan memberikan asupan gizi yang tinggi bagi stamina anda sehingga tidak cepat loyo walaupun anda mengurangi porsi makan anda.
Paprika
Paprika juga dapat anda gunakan sebagai makanan diet pembakar lemak, dengan kandungan vitamin C yang tinggi ternyata paprika juga berkhasiat untuk membakar lemak pada perut anda. Dengan membiasakan mengkonsumsi paprika pada makanan sehari-hari yang anda makan tentunya akan memberikan manfaat lebih pada kesehatan anda. Paprika juga mampu menekan kadar kolesterol jahat pada anda serta membantu memperlancar peredaran darah pada umumnya.
Demikianlah makanan diet pembakar lemak perut yang perlu anda ketahui dalam menjalani program diet untuk menurunkan berat badan anda sekaligus sebagai cara untuk mengecilkan perut dan lingkar pinggang anda. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang menjalani program diet.

 

Menu Buka Puasa

Standar

Assalamu’alaykum para pembaca yang budiman 😀
Masih puasa bukan?

Smoga belum terlambat untuk menshare menu buka puasa kali ini. Smoga bermanfaat. Happy reading 🙂

Wassalamu’alaykum

1)Serabi Solo, Tekwan,Empal Goreng, Asem-asem Buncis
2) Kolak labu kuning, Ayam Cabai Hijau, Cumi Saus Mentega, Cap Cay Goreng
3)Es Kacang Merah, Dendeng Balado, Gulai Nangka, Bakwan Sayur
4)Es Pelangi, Sup Bakso, Gurame Asam Manis, Bakmi Goreng
5)Cenil, Pepes Jamur, Semur Telur Bungkus, Tahu Isi
6)Es Cincau, Soto Betawi, Perkedel Kentang, Emping
7)Agar-agar Sarikaya, Kalio Ayam
Kentang Balado, Gulai Daun Singkong
8)Cantik Manis, Ayam Bakar Pedas Manis, Sayur Kapau, Selada Saus Segar
9)Puding Karamel, Gado-gado Siram, Kerupuk
10)Talam Hijau, Ayam Bumbu Rujak, Sayur Asem, Tahu Tempe Bacem

11)Jelly Juice, Daging di masak Lada Hitam, Cah Bokcoi, Perkedel Udang
12)Biji Salak, Sayur Kare, Balado Teri Kacang, Goreng Ikan Mas
13)Es Cendol, Pepes Ayam, Lodeh, Tahu Berontak
14)Putu Mayang, Usus Goreng, Rawon Komplet, Kecap Telur Asin, Pecel Sayuran
15)Dadar Gulung, Soto Ambengan, Kerupuk Udang, Telur Pindang
16)Pisang Rai, Tim Ikan Kerapu, Cah Kailan, Skotel Tahu
17)Pesmol Tenggiri, Acar Matang, Tempe Mendoan
18) Es Teler, Sate Udang , Gadon Daging, Sapo Tofu
19) Ketan Hitam  Saus Santan, Kalio Daging sapi, Selada Padang, Kering Kentang Ebi
20)Puding Cokelat  Saus, Soto Ayam Bening,Empal Gepuk , Perkedel Kentang.

http://www.gusbud.web.id

Gamis Lebaran Murah

Gambar

Selamat datang di Fia-Store

Murah, mudah dan amanah.

Toko: Jl Kaliurang km 10,7 Sleman, Yogyakarta

Sms center: 0878 3948 5070 (sms untuk meminta pin BB)

Telp center: 0274 8540 524

https://i1.wp.com/a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/417743_3075358501932_211429554_n.jpg

Maxi Korea Gradasi- Kosong

(plus obi krancang) hanya Rp 180.000

Bahan: katun Korea

Size: Fit L

https://i1.wp.com/a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/396933_3116608173148_2108717534_n.jpg

Maxi Dress Katun Ribbon @Rp 155.000- kosong

Size: Fit L

https://i2.wp.com/a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/8085_3120720035942_1142114546_n.jpg

Gucci (kosong)

Maxi Dress Korea @Rp 175.000,00

Size: Fit L

https://i0.wp.com/a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/396849_3121353291773_1664467188_n.jpg

Baleto Jins @Rp 160.000- kosong

Size: Fit L

https://i0.wp.com/a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/486473_3121627498628_1055670023_n.jpg

@Rp 150.000- kosong

Size: Fit L

https://i1.wp.com/a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/551261_3116427448630_1335113836_n.jpg

Maxi Dress Renda @Rp 180.000- kosong

Size: Fit L

https://i2.wp.com/a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/315475_3113127366130_989102756_n.jpg

2694 Korea @Rp 160.000,oo (tinggal warna biru)- kosong

Size: Fit L

https://i1.wp.com/a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/549088_3126958711905_370034729_n.jpg

Gamis Thailand @Rp 185.000,00- kosong

Size: Fit L

Bahan: katun

https://i1.wp.com/a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/306863_3126535981337_1520959603_n.jpg

Maxi Dress Korea Bordir @Rp 170.000,00- kosong

Size: Fit L

Bahan: dress Korea

https://i0.wp.com/a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/399383_3124826698606_1366187217_n.jpg

Harga @Rp 150.000,00- kosong

Size: Fit L

Bahan: kaos

InsyaAllah… Maher Zain veat Padi

Standar

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Reff:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’cause Allah is always by your side

Reff2:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Reff3:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

Repeat reff3 [until fade]

Keripik Ubi pun Jadi Camilan Ramadan

Standar

“Bluetaro Chips Bahan Ubi Pilihan, Ubi Kimpul atau Enthik diolah menjadi Keripik yang bercitarasa tinggi, enak dan gurih.”

Kimpul atau enthik rupanya masih agak asing ditelinga kita, kesannya seperti makanan di pedesaan atau ‘ndeso”, padahal kimpul adalah umbi-umbian local Indonesia yang kaya akan manfaat. Oleh karena itu 8.Co menghadirkan Bluetaro Chips, cara keren menikmati kimpul ato enthik, yang renyah, gurih, dan lebih sehat.

Apa manfaatnya ngemil Bluetaro?

Umbi kimpul mempunyai sifat basa sehingga dapat melindungi gigi. Orang-orang Melanesia yang suka makan umbi kimpul ternyata mempunyai gigi yang kuat dan lebih baik dari mereka yang makan umbi lain atau aneka serealia.

Umbi kimpul juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang berguna untuk kesehatan.