Monthly Archives: Maret 2012

Kekasih Halal- Wali Band

Standar

Alasan memilih klop dengan grup band Wali?

karena:

1. Salah satu personelnya mirip …

2. Lagu-lagunya cukup unik.

3. Kadang lirik lagunya lucu.

4. Lebih bernada religius.

5. Lirik lagunya cukup menasehati n menginspirasi

*ala Philosofia, S.Psi eh salah Hj.Prof.Philosofia, S.Psi :p

Intro: C#m G#m A E G# 2x

C#m      B
Aku telah lelah
F#m                     C#m
Memilih memilah mencari wanita
C#m     B
Siapakah dirinya
F#m                  C#m
Yang kan menjadi kekasih halalku

G#          C#m
Tiba-tiba aku terpana
B                G#
Ada kejutan tak terduga

Chorus:
C#m
Dia gadis berkerudung merah
G#m
Hatiku tergoda tergugah
A
Tak cuma parasnya yang indah
E        G#
Dia baik dia soleha
C#m
Dia gadis berkerudung merah
G#m
Bawalah diriku padanya
A
Takkan habis ku berdoa
E          G#
Jadi kekasih halalnya

C#m     B
Jadikan diriku
F#m                  C#m
halal memeluk halal menciummu
C#m        B
Lekaslah jangan tunda
F#m                  C#m
Untuk menjadi kekasih halalku

G#          C#m
Tiba-tiba aku terpana
B                G#
Ada kejutan tak terduga

Chorus:
C#m
Dia gadis berkudung merah
G#m
Hatiku tergoda tergugah
A
Tak cuma parasnya yang indah
E        G#
Dia baik dia soleha
C#m
Dia gadis berkudung merah
G#m
Bawalah diriku padanya
A
Takkan habis ku berdoa
E          G#
Jadi kekasih halalnya

Int: C#m G#m A E G# 2x

C#m
Itu itu dia gadis berkerudung merah
G#m
Hatiku tergoda tergugah
A
Tak cuma parasnya yang indah
E        G#
Dia baik dia soleha
C#m
Dia gadis berkudung merah
G#m
Bawalah diriku padanya
A
Takkan habis ku berdoa
E          G#
Jadi kekasih halalnya

http://www.liriklagu.info/w/wali/wali-band-kekasih-halal.html

Iklan

Winter- My Beloved Dolphin Dream

Standar

Para pembaca yang budiman. Semoga kalian bisa memahami apa yang kami ingin ungkapkan di sini. Anda bisa translate artikel di bawah melalui translate.google.com/

Setelah kami menyaksikan filmnya yang ternyata kisah nyata, kami langsung terketuk, dan terinspirasi untuk terus bertahan dalam kondisi apapun. Terlintas sebuah kalimat yang sudah sangat terkenal. La yukallifullahu nafsan illa wus’aha (maaf menggunakan tulisan Indonesia, karena keterbatasan pengetahuan). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kemampuannya.

Perlu diketahui, Winter adalah bukti bahwa seekor lumba-lumba dapat memahami manusia, namun justru manusia terkadang melupakan mereka. Begitupula dengan makhluk Allah SWT yang lain. Tentu semua bisa memahami maksud manusia melalui insting. Perlu pemahaman, berpadu dengan hati nurani untuk tetap menjaga mereka. Mereka juga berhak hidup di bumi Allah SWt ini. Smoga dengan membaca sekilas artikel di bawah ini, anda akan tertarik menyaksikan filmnya dan syukur-syukur terinspirasi untuk tetap fighter dan bertahan  hidup.

Winter ditemukan di pinggir pantai, dalam kondisi memprihatinkan, dan yang disayangkan, ia terluka cukup parah di bagian ekor. Inti ia bisa hidup. Allah telah menyelamatkannya melalui tangan manusia yang tiba-tiba terketuk pintu hatinya, dan menyelamatkannya. Winter hanya seekor hewan, yang tidak dikaruniai akal pikiran. Bisa bertahan hidup dalam fase tersebut. Allahu Akbar.

Separah apapun kondisi manusia, Allah tentu telah melakukan pertimbangan yang di luar rasio manusia. Terkadang manusia tidak sampai untuk memahaminya. Maha besar Allah dengan segala firman Nya.

Silahkan visit web resminya di http://seewinter.com/

We are truly one-of-a-kind and strive to improve daily. We are ambassadors of the sea!

Learn more about what we do and who we are by clicking on the options to the left.

Our Mission: As a non-profit 501(c)(3) organization, Clearwater Marine Aquarium’s mission is to restore and preserve our marine environment. We accomplish our mission through leadership in education, research, and the rescue, rehabilitation, and release of marine life.

Why We Exist

Our Mission: Clearwater Marine Aquarium’s mission is to restore and preserve our marine environment. We accomplish our mission through leadership in education, research, and the rescue, rehabilitation, &release of marine life. We are a non-profit 501(c)(3) organization.

Our Vision: CMA is the leader in collaborative partnerships which support marine environmental awareness, research, and stewardship.

CMA inspires passion to respect and protect our marine life and environment for future generations.

Our vision is to impact the nations with the messages of environmental awareness and respect for marine life. Though we are best known for our physical location in beautiful Clearwater Beach, Florida, we have developed a global media platform allowing us to reach millions with our vision, well beyond the guests who come to our facility. We believe in thinking big, and doing big things. Our only limitations are the limitations we put on our self. In the spirit of Steve Irwin, let’s all become “wildlife warriors” and deliver a better planet to future generations.

Our History: In 1972, a group of dedicated volunteers decided it was time to establish a permanent marine biology learning center in our area. The Sea-Orama, a mounted fish exhibit at Clearwater Marina, had been in storage for several years. Hoping for a larger exhibit, perhaps with live animals to observe, we were incorporated as a 501(c)(3) nonprofit organization under the name Clearwater Marine Science Center (CMSC). Soon a search for a site was underway for the prospective inside building facility. In 1978, the city of Clearwater agreed to donate our current facility, an abandoned water treatment plant, to CMSC. With its huge holding tanks and bayside location, the building was a perfect fit for a marine facility’s needs. In 1979, marine biologist Dennis Kellenberger was hired as CMSC’s Executive Director; his main duties were teaching classes and spearheading a massive remodeling effort. Summer camp classes for youngsters which are operated by the CMA Education Department have been extraordinarily popular here ever since. Little by little, the cement and steel building was modified for aquarium purposes and in 1980 was granted a USDA Research Facility permit, allowing it to prepare two 65,000 gallon tanks for the rehabilitation of dolphins, whales and sea turtles. In 1981, the first exhibit room, featuring fish from the original Sea-Orama, was opened to the public. Over the next few years, thanks to individual and corporate donations and immense volunteer efforts, CMSC continued to grow. Many animals were cared for, and in 1984 an Atlantic bottlenose dolphin named “Sunset Sam” was rescued and given a permanent home at the center. In the 1990’s, as renovations continued to provide more public area and education programs, our name was changed to Clearwater Marine Aquarium (CMA) to reflect the increasing level of community interaction. Today, Clearwater Marine Aquarium is an internationally respected center for animal care, public education and marine research. Yet, in spite of tremendous growth and a global presence, we also remain a “neighborhood” aquarium, a place where children and adults alike can visit anytime to wonder at the unending diversity, grace and beauty of the creatures of the sea. We invite everyone to visit often and soon to share in the environmental excellence and caring of our waters and marine life, no matter where you may live.

Kata ustadz Yusuf Mansur

Standar

This is my favorite sentences from him:

Jika kamu mencari teman yang sempurna,

maka

kamu tidak akan pernah memiliki teman.

(lalu ku teruskan sendiri hehehe)

Jika kamu memilih pasangan yang sempurna,

maka

kamu tidak akan pernah memiliki pasangan

Terbalik

Standar

Tuhan aku ingin mencurahkan isi hatiku kepada-Mu
Dia tak kuanggap tak kupandang, sama sekali ku tak cinta
Tapi sesuatu tlah terjadi menjadi terbalik
Kini kurasa yang dia rasa padaku

Reff :
Jika cinta biarkanlah aku jadi cinta
Jika sayang biarkanlah aku jadi sayang
Hatiku kini miliknya Tuhan tolong jangan jodohkan dia dengan yang lain

Dia kuhindari kujauhi sama sekali ku tak cinta
Tapi sesuatu tlah terjadi menjadi terbalik
Kini kurasa yang dia rasa padaku

Back to Reff 3x

Jadi Terbalik

Pendidikan Anak

Standar

Sebenarnya saya pernah membaca atau mendengar kisah ini sebelumnya. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa kisah ini nyata. Wallahu’alam bis sowab kebenarannya. Hanya saja, bisa dijadikan i’tibar atau kaca perbandingan, wacana yang jelas mengenai arti sebuah kasih sayang. Perlakuan terhadap anak, akan menjadikan sebuah pendidikan berharga padanya kelak. Kekerasan, tidak akan menjadikan seorang anak tumbuh menjadi pribadi berharga seperti yang diharapkan orangtua. Justru akan berakibat buruk, seperti trauma atau lebih parahnya yaitu terulangnya perilaku tersebut. Proses modeling akan berlangsung hingga ke keturunan selanjutnya.

Smoga bermanfaat 😀

Dear Sahabat,,,

Buat semua yang telah menjadi orang tua dan atau calon orang tua. Ingatlah, semarah apapun, janganlah kita bertindak berlebihan. Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita especially pada anak anak yang masih kecil karena mereka masih belum tahu apa apa.

Begini Kisahnya…

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!”

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan, “Saya tidak tahu..tuan.””Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja….(iklan..) ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap.” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.”Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi.” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.

Ulasan:

Sahabat,,,Penerapan pola pendidikan pada anak memang wajib dilakukan. Namun tidak berarti harus dengan menggunakan cara kekerasan. Orang tua juga wajib mengetahui batasan batasan untuk “mengajar” tersebut.

Pemberian hukuman untuk anak tentu tidak sama. Orang tua harus memahami, berapa umur anak, apa jenis kelamin anak, dan jenis hukuman apa yang sesuai untuknya. Karena pada dasarnya hukuman yang diterapkan bertujuan untuk memperbaiki tabiat dan kesalahan kesalahan anak sebelumnya, membangun dan meningkatkan rasa hormat, kedekatan serta ketaatan anak pada orang tuanya.

Dengan pola yang pas dan tepat, orang tua dapat membangun kedekatan emosional dengan buah hatinya, sehingga dengan sendirinya anak akan lebih terbuka akan masalahnya. Ini yang secara tidak langsung telah membuat anak memagari diri mereka terhadap pengaruh pengaruh negatif dari lingkungan luar.

Pola pengasuhan, dan pemberian hukuman yang cerdas, juga berpotensi merangsang dan meningkatkan kreativitas anak. Bakat bakatnya pun juga akan terkeluarkan dengan sempurna. Ini terjadi, karena hukuman yang diberikan lebih mengajarkan anak untuk berfikir terhadap sebab dan akibat dari kesalahan yang dilakukannya sebelumnya. Sehingga, anak cenderung untuk tidak melakukan kesalahan serupa.

Mengapa demikian?

Karena anak yang masih kecil memiliki naluri meniru yang kuat, sifatnya yang polos juga cenderung untuk lebih jujur akan isi hatinya. Perangainya yang menggemaskan pun juga dapat menggambarkan, bakat apa yang sesungguhnya ia miliki. Inilah yang harus diketahui oleh para orang tua, dan para calon orang tua.

Kembali pada kasus di atas…

Pola pengajaran yang salah, di samping merugikan anak juga akan memberikan kerugian bagi orang tua itu sendiri. Orang tua secara tidak langsung telah membangun rasa kekecewaan pada anak, rasa ketakutan akan mendapat kekerasan serupa, dan cenderung mencari pihak pihak lain untuk mengungkapkan isi hatinya. Ini yang harus diwaspadai.Karena bukan tidak mungkin, bahwa anak akan salah dalam mengungkapkan ekspresinya.

Dan khusus pada kasus di atas, orang tua telah sangat sangat di ambang kerugian, karena mereka telah kehilangan salah satu aset terpenting bagi kehidupan mereka saat ini, dan nanti. Kerugian saat ini adalah, orang tua harus membuat planning awal untuk memberdayakan kekurangan pada anaknya, menganggarkan budget yang berlipat lipat, membangun pemahaman dari awal terhadap masalah psikologis dan emosional anak, dan lain lain.

Sedangkan kerugian saat nanti adalah, manakala orang tua gagal membangun pemahaman tersebut, anak tidak ridho dan melakukan pembangkangan atau perbuatan perbuatan tak terduga ( misalnya bunuh diri, dll… ), Maka tanggung jawab orang tua di akhirat akan lebih berat lagi….

Maka berhati hatilah bagi orang tua dan calon orang tua, dalam menyikapi perilaku anak. Terlebih, untuk masalah hukuman….

Sahabat,

Mengenai sumber, saat ini kami belum menemukan tulisan asli nya dimana. Namun ini saya copas dari notes punya mas Edi Joko, dan blog milik Tirto Moyo.

Rasanya sesak sekali ada orang tua setega itu…Meski saya sendiri paham bagaimana dikerasin/dididik keras oleh orang tua saya. tapi tidak pernah terpikir oleh saya, bagaimana si ibu bisa sebegitu tidak membela si anak waktu si ayah menghukum anaknya…

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Nasib Mobil Esemka

Standar

Berita yang cukup membuat kami kagum adalah semangat yang pantang menyerah dari seorang Joko Widodo, Wali Kota Surakarta. Luar biasa keinginan beliau untuk tetap berpositif dalam harapan, dan terus melakukan perjuangan.

Semoga dengan membaca kilas berita beliau, akan menjadi sumber inspirasi semangat baru bagi para pembaca.

TEMPO.CO, Surakarta- Kegagalan mobil Esemka dalam menjalani uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak membuat Wali Kota Surakarta Joko Widodo patah semangat.

Bahkan sosok yang sering dipanggil Jokowi ini justru semakin bersemangat ketika diremehkan dan dicibir. “Dikira saya patah semangat. Tidak sama sekali. Justru tambah semangat,” katanya kepada wartawan, Minggu, 4 Maret 2012.

Dia menilai mereka yang berkomentar minor dan mencibir sebagai sebuah dagelan. Bukannya mendukung, justru meremehkan dan merendahkan karya anak bangsa. “Sebenarnya biasa kalau sebuah karya baru dicibir. Tapi kalau yang mencibir bangsa sendiri, itu dagelan namanya,” ujarnya.

Disebut dagelan karena Esemka terus dibandingkan dengan industri otomotif yang sudah eksis selama puluhan tahun, sedangkan Esemka ibarat bayi yang baru lahir.

Kemudian ada cibiran soal komponen mobil yang disebut comot sana, comot sini, serta sebagian onderdil yang masih impor. Jokowi memberikan pandangan pada masa-masa awal Korea Selatan atau Cina membangun industri otomotifnya, juga melakukan hal serupa. “Bedanya, orang Korea diam semua dan mendukung,” ucapnya.

Jokowi menyebut Esemka sebagai produk yang luar biasa. Sebab dalam waktu singkat berhasil menarik minat masyarakat untuk membeli. “Bandingkan dengan mobil buatan Jepang, yang butuh 9 tahun untuk memasarkan produknya di Indonesia,” katanya.

Dia mengaku tidak memedulikan ada atau tidaknya dukungan pemerintah terhadap kehadiran Esemka. Asalkan masyarakat tetap mendukung, program Esemka akan jalan terus.

“Ini tidak sekadar bikin mobil. Tapi membangun jati diri bangsa,” dia menuturkan.